Wujudkan Prodi PPG terakreditasi Unggul dan Berkelanjutan: Direktorat PPG selenggarakan Simposium Penjaminan Mutu PPG

Sebagai bagian dari rangkaian agenda Penjaminan Mutu PPG, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Ditjen GTKPG) menyelenggarakan Simposium Penjaminan Mutu PPG Tahun 2025 yang dilaksanakan di Yogyakarta, tanggal 18–20 Desember 2025. Simposium sebagaimana dimaksud merupakan forum ilmiah dan profesional yang mempertemukan para pemangku kepentingan PPG dari berbagai unsur terkait yaitu Ditjen GTKPG, Direktorat PPG, Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK), Pengelola Pogram Studi PPG, Dosen PPG, Asesor dan Perwakilan Unit Pelaksana Teknis di bawah koordinasi Ditjen GTKPG dan Ditjen Paud Dikdasmen. Agenda kegiatan membahas optimalisasi Sistem Penjaminan Mutu PPG dalam rangka mewujudkan akreditasi unggul, berkelanjutan dan bermakna. Agenda simposium juga membahas hasil penjaminan mutu yang diperoleh melalui pemantauan, evaluasi diri, asesmen dan visitasi terhadap LPTK Penyelenggara PPG serta praktik baik yang difokuskan pada standar yang  perlu ditingkatkan  untuk memperoleh status terakreditasi unggul pada Program Studi PPG.

Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga kualitas PPG sebagai sebuah program prioritas nasional dalam upaya menyiapkan guru profesional yang unggul, berintegritas, dan adaptif terhadap dinamika pendidikan.

Kegiatan Simposium dibuka oleh Direktur Jenderal GTKPG, Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd, yang menyatakan  “Dalam dua tahun terakhir, Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru telah menuntaskan sertifikasi terhadap sekitar 1,4 juta guru. Capaian ini menegaskan bahwa penyelenggaraan Pendidikan Profesi Guru harus dilaksanakan melalui proses yang berkualitas dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Melalui Simposium Penjaminan Mutu PPG ini, Ditjen GTKPG menunjukkan komitmen nyata dalam memastikan setiap tahapan penyelenggaraan PPG berjalan secara akuntabel dan bertanggung jawab untuk menghasilkan guru profesional. Kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi bersama guna merumuskan rekomendasi strategis bagi penguatan dan peningkatan mutu penyelenggaraan PPG ke depan,” ujar beliau. 

Melalui simposium ini, para pemangku kepentingan menyampaikan gagasan dan masukan terkait siklus penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan peningkatan (PPEPP) standar penyelenggaraan PPG. Seluruh proses tersebut diarahkan untuk merumuskan rekomendasi strategis sebagai dasar perbaikan dan peningkatan mutu penyelenggaraan PPG secara berkelanjutan.

Dalam laporannya  yang disampaikan  pada Pembukaan Simposium, Direktur Pendidikan Profesi Guru, Ferry Maulana Putra, S.Pd., M.Ed., menegaskan bahwa penjaminan mutu PPG merupakan fondasi utama dalam memastikan keberlanjutan, akuntabilitas, serta relevansi penyelenggaraan PPG dalam menyiapkan guru profesional terhadap kebutuhan pendidikan nasional.

Menurut Ferry, proses evaluasi dan refleksi yang dilakukan melalui simposium diarahkan untuk menghasilkan rekomendasi konkret yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas proses dan hasil PPG pada program studi PPG di seluruh LPTK Penyelenggara PPG. “Melalui forum ini, kita mendorong praktik penjaminan mutu yang tidak berhenti pada pelaporan, tetapi berlanjut pada perbaikan nyata dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pada kegiatan simposium ini diisi paparan ketentuan peraturan perundangan, kebijakan sistem dan hasil penjaminan mutu PPG Tahun 2025 dari para narasumber Ahli serta praktik baik pada beberapa aspek hasil penjaminan mutu PPG yang merupakan standar untuk memperoleh status terakreditasi unggul dari perwakilan Prodi PPG. Pemateri diawali oleh Prof Harun Joko Prayitno (Direktur Sistem Informasi Data dan Kerjasama LAMDIK yang juga merupakan Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta) menyampaikan kajian mendalam tentang kebijakan, kriteria, dan prosedur akreditasi program studi, selanjutnya pemateri Dr Sigit Wibowo selaku Ketua Tim Kerja Kebijakan, Regulasi, Supervisi dan Penjaminan Mutu menyampaikan hasil penjaminan mutu PPG Tahun 2025 yang dilaksanakan oleh Direktorat PPG melalui pemantauan, evaluasi diri, asesmen, dan visitasi penyelenggaraan PPG terhadap 164  LPTK penyelenggara PPG selama kurun waktu 1 (satu) tahun 2025.  Dalam paparannya Sigit menyampaikan tentang analisis hasil penjaminan PPG pada komponen kapasitas prodi PPG, proses pendidikan, performa dosen dan tenaga kependidikan, penerimaan peserta PPG calon guru dan pelaksanaan UKPPPG Guru Tertentu. Pada kesempatan paparan tersebut Sigit juga menyampaikan beberapa aspek yang perlu ditingkatkan yaitu status terakreditasi pada beberapa prodi PPG, pemenuhan jumlah dosen pengampu mata kuliah untuk 1 (satu) rombel, peningkatan kompetensi digital (kecerdasan artifisial dan pembelajaran mendalam) pengembangan kurikulum PPG dengan pendekatan OBE, penggunaan microteaching dan/ atau sejenisnya. 

Paparan dilanjutkan oleh Tim Pengembang PPG yakni Dr. Agus Mulyadi yang menyampaikan hasil Supervisi PPG dan Dr. Dwi Wahyuni yang menyampaikan hasil evaluasi dampak PPG. Dalam paparannya Agus Mulyadi menegaskan perlunya peningkatan kelengkapan perangkat dan muatan kurikulum PPG, penyelenggaraan proses pembelajaran di kampus yang sesuai jadwal. Selain itu, Agus juga mengapresiasi proses pembelajaran pada PPG yang dilakukan baik sekali oleh LPTK untuk dipertahankan atau ditingkatkan yakni terkait Kemampuan Manajemen Proyek yang dilakukan Mahasiswa sebagai implementasi dari mata kuliah Proyek Kepemimpinan, dan tahapan pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Setelah paparan Agus, Dwi Wahyuni memaparkan tentang evaluasi dampak PPG. Dalam akhir paparannya, Dwi menyampaikan kesimpulan hasil evaluasi dampak PPG terhadap peningkatan proses dan hasil belajar peserta didik telah memenuhi standar 27,27% dan melampaui standar 72,73%. Dampak PPG terhadap kualitas guru dan sekolah, peningkatan hasil belajar peserta didik, dan keberlanjutan mutu pendidikan di daerah telah memenuhi standar 39,58% dan melampaui standar 60,42%

Paparan materi dilanjutkan tentang peningkatan kualitas dosen dan tenaga kependidikan yang dilakukan melalui sesi panel oleh Prof. Dr. Ir. Ivan Hanafi, M.Pd. dari LAMDIK/Universitas Negeri Jakarta dan Prof. Dr. H. Asep Herry Hernawan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Prof. Ivan Hanafi menegaskan pentingnya peningkatan kualitas dosen yang merupakan salah satu persyaratan status terakreditasi unggul. Prof. Asep Herry menyampaikan pengalaman praktik baik yang dilakukan UPI dalam meningkatkan kualitas dosen PPG.

Paparan dilanjutkan oleh Prof. Dr. Edy Cahyono, M.Si. tentang pengembangan kurikulum prodi PPG dengan pendekatan Outcome Based Education (OBE). Prof Edy juga mengingatkan bahwa berdasarkan Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi bahwa beban belajar dan masa tempuh kurikulum pendidikan profesi ditetapkan Perguruan Tinggi bersama organisasi profesi, kementerian lain, dan/atau lembaga pemerintah non kementerian yang bertanggung jawab atas mutu layanan profesi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dilanjutkan Prof. Dr. Wagiran, M.Pd. dari Universitas Negeri Yogyakarta tentang Praktik baik Penyusunan Kurikulum PPG dengan Pendekatan OBE.  Pemaparan materi berturut-turut menyajikan tentang ketentuan, kriteria, dan praktik baik mengenai pengelolaan PPG oleh Dian Wahyuni, S.H., M.Ed. dari Direktorat PPG dan Dr. Muhammad Alfan, M.Pd dari Universitas Negeri Malang. Pembelajaran PPG berpusat pada Mahasiswa oleh Dr. Imam Sujadi, M.Si dari Universitas Sebelas Maret dan Prof Dr. Trisakti Handayani, M.M dari Universitas Muhammadiyah Malang. Paparan materi simposium diakhiri tentang Publikasi Ilmiah hasil Penelitian oleh Dosen PPG dari Prof. Rooselyna Ekawati, Ph.D dari Universitas negeri Surabaya dan Prof. Dr Nurhikmah, M.Si dari Universitas Negeri Makassar. Penutup dari semua paparan materi diakhiri dengan refleksi dan umpan balik dari peserta yang hasilnya menjadi rekomendasi dan tindak lanjut peningkatan mutu PPG.

Nuansa keinginan untuk bergerak menuju akreditasi unggul sangat terasa dibuktikan dengan antusiasme peserta dalam sesi tanya jawab ke para penyaji di setiap sesi khususnya beberapa pertanyaan dari peserta dalam hal mendapatkan informasi dan tips serta trik untuk mendapatkan akreditasi unggul. Diskusi dan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif memperkaya perspektif peserta dalam merumuskan solusi atas tantangan yang dihadapi dalam penyelenggaraan PPG di berbagai konteks daerah dan institusi serta merumuskan hasil dan rekomendasi Simposium Penjaminan Mutu PPG Tahun 2025 yang akan menjadi dasar rencana tindak lanjut Direktorat Pendidikan Profesi Guru. Rekomendasi tersebut diharapkan dapat memperkuat tata kelola, pembelajaran, serta sistem penjaminan mutu PPG secara nasional.

signal_cellular_alt dilihat: 7,629 x