Direktorat PPG Dorong PPG Calon Guru sebagai Strategi Pemenuhan Kebutuhan Guru Nasional

Tasikmalaya, 28 Juli 2026 – Direktorat Pendidikan Profesi Guru (PPG), Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, menegaskan bahwa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru merupakan strategi utama pemerintah dalam menyiapkan guru profesional sekaligus menjawab tantangan pemenuhan kebutuhan guru di Indonesia.

Pesan tersebut disampaikan Direktur Pendidikan Profesi Guru dalam Lokakarya Pendidikan bertema "Pemenuhan Kebutuhan Guru Profesional melalui PPG bagi Calon Guru" yang diselenggarakan di Tasikmalaya. Kegiatan ini menghadirkan Anggota Komisi X DPR RI H. Ferdiansyah, S.E., M.M., Wakil Wali Kota Tasikmalaya Raden Diky Candranegara, kepala sekolah, guru pamong, mahasiswa PPG, serta berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan.

Direktur PPG menyampaikan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dilepaskan dari kualitas guru. Karena itu, penguatan tata kelola guru menjadi bagian penting dalam mewujudkan Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai salah satu prioritas nasional.

"Tantangan kita hari ini bukan sekadar mencetak lebih banyak guru, tetapi menyiapkan guru yang tepat, untuk bidang studi yang tepat, di wilayah yang tepat."

Menurutnya, Pendidikan Profesi Guru tidak hanya membekali calon guru dengan penguasaan materi, tetapi juga membangun kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian agar siap menghadapi tantangan pembelajaran di satuan pendidikan.

Direktur PPG menegaskan bahwa penyelenggaraan PPG ke depan harus semakin berbasis data kebutuhan guru. Informasi mengenai kebutuhan guru menurut wilayah, jenjang, dan bidang studi perlu menjadi dasar dalam menentukan jumlah serta profil calon guru yang disiapkan.

Dengan pendekatan tersebut, PPG diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi menjadi bagian dari solusi pemenuhan kebutuhan guru nasional sehingga guru profesional dapat hadir di sekolah yang benar-benar membutuhkan.

Direktur PPG juga mengingatkan bahwa Indonesia tengah memasuki fase regenerasi guru. Dalam beberapa tahun mendatang, ribuan guru akan memasuki masa pensiun sehingga diperlukan langkah antisipatif agar layanan pendidikan tetap berjalan optimal.

Dalam konteks tersebut, lulusan PPG Calon Guru diproyeksikan menjadi sumber utama pemenuhan kebutuhan guru di berbagai daerah.

Khusus di Provinsi Jawa Barat, pemerintah saat ini memiliki 2.852 lulusan PPG Calon Guru yang siap mengabdi dan berkontribusi memenuhi kebutuhan guru di wilayahnya. Potensi tersebut menjadi modal penting dalam mendukung pemerataan layanan pendidikan sekaligus memperkuat kualitas pembelajaran di sekolah.

Lebih lanjut, Direktur PPG menekankan bahwa keberhasilan pemenuhan kebutuhan guru tidak dapat dilakukan oleh pemerintah pusat semata. Diperlukan kolaborasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR RI, Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), satuan pendidikan, serta seluruh pemangku kepentingan.

Melalui sinergi tersebut, pemerintah berharap penyiapan guru profesional dapat berjalan lebih terarah, berkelanjutan, dan selaras dengan kebutuhan nyata di lapangan.

Lokakarya Pendidikan di Tasikmalaya diharapkan menjadi ruang dialog dan kolaborasi dalam memperkuat pemahaman bersama mengenai peran strategis PPG Calon Guru sebagai fondasi pemenuhan kebutuhan guru profesional di Indonesia. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, PPG juga diharapkan mampu mendukung terwujudnya pemerataan guru yang berkualitas sesuai kebutuhan setiap daerah, sehingga cita-cita menghadirkan pendidikan yang bermutu bagi seluruh anak Indonesia dapat semakin cepat terwujud.

Informasi lebih lanjut seputar PPG diakses pada laman resmi ppg.kemendikdasmen.go.id dan akun sosial media @ppgkemendikdasmen. 

Tim Komunikasi Publik Direktorat PPG
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

signal_cellular_alt dilihat: 614 x